Mengintip Masjid Tertua Di Sumatra Barat

Masjid Asisi merupakan masjid yang konon merupakan masjid tertua di Sumatera Barat,pada tahun 2006 diadakan sebuah sayembara untuk mendesain ulang bangunan masjid ini.

Para Pemenang kompetisi seketika itu juga langsung diumumkan pada bulan September 2006 dan menerima hadiah sebesar Rp 150 juta dari total hadiah sebesar Rp300 juta.

Mengintip Masjid Tertua Di Sumatra Barat

Tersebar di area seluas 40 ribu meter persegi, masjid dengan konstruksi seluas 18 ribu meter persegi ini adalah karya arsitek, Rizal Muslimin.

Rencana masjid adalah kotak yang menjorok ke empat sudut, memperingatkan bentuk kain ketika empat suku suku Quraish di Mekah berbagi kehormatan mengalihkan batu Hajar Aswad. Bentuk sudut meruncing juga mewakili atap oval rumah adat gadang rumah Minangkabau.

Bahkan, atap masjid menggambarkan bentuk bahan yang digunakan oleh empat suku Quraish ketika mereka tidak setuju pada penghapusan batu hitam di Mekah. Jika diperhatikan, keempat sudut atap masjid berbentuk oval seperti yang ada di rumah adat Minangkabau.

Selama pemilihan lokasi, sebuah proposal muncul untuk membangun masjid baru di kantor gubernur, Jalan Sudirman. Namun, karena nilai historis bangunan, lokasi di Jalan Chatib Sulaiman disepakati, seluas 40.343 meter persegi.

Daerah ini adalah lokasi Sekolah Pengembangan Pertanian Padang (SPP), yang akan dipindahkan ke lokasi baru di Lubuk Minturun. Sebanyak 71 desain diajukan dan kemudian dipilih oleh tim juri yang diketuai oleh penulis Wisran Hadi.

Memiliki kesempatan untuk menyaksikan keberadaan masjid ini, kita akan kagum dengan kebesaran masjid ini. Arsitektur Masjid Agung Sumatra Barat menggunakan desain yang dimiliki oleh arsitek Rizal Muslimin, pemenang kompetisi desain 2007, disertai oleh 323 arsitek dari berbagai negara.

Dari ratusan peserta, 71 desain dinominasikan dan dipilih oleh tim juri yang dipimpin oleh penulis Wisran Hadi. Konstruksi bangunan dirancang untuk menanggapi situasi geografis Sumatera Barat, yang sering diguncang gempa bumi skala besar.

Menurut desain, kompleks bangunan akan dilengkapi dengan halaman, taman, menara, ruang serbaguna, fasilitas komersial dan bangunan simpatik untuk pekerjaan pendidikan.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 40.343 meter persegi dan dapat menampung 20.000 jamaah. Masjid Agung Sumatra Barat menampilkan arsitektur modern yang mana masjid ini tidak identik dengan bangunan Berupa Kubah Masjid.

Atap bangunan menggambarkan bentuk selembar kain yang digunakan untuk menopang batu hitam. Namun, terlepas dari signifikansi di balik atap masjid, ternyata Masjid Agung Sumatera Barat dirancang khusus untuk menahan gempa hingga 10 skala besar.

Masjid Agung Sumatra Barat juga dapat digunakan untuk tempat penampungan atau tempat evakuasi jika terjadi bencana.

Tidak hanya usianya yang sangat tua, Masjid Tuo Kayu Jao adalah bangunan bersejarah yang merupakan simbol Islam dan adat istiadat Minangkabau. Masjid Tuo Kayu Jao terletak di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Bagian atap memiliki desain oleh Rumah Gadang dengan empat sudut tajam, sedangkan bangunannya oval. Sejak 2012, konstruksi pembangunan masjid telah dilakukan dengan sistem multi-tahun dan pekerjaan konstruksi pertengahan 2012 telah memasuki tahap keempat. 25,5 miliar untuk penyelesaian pembangunan tempat penampungan dan parkir, yang diharapkan akan selesai pada akhir 2012. Pada 2013, pekerjaan dilanjutkan pada pembangunan lanskap dan pemasangan kubah.

Luas masjid ini, yang hampir setengah abad, memiliki 150 meter persegi dan memiliki 24 tonggak melambangkan jumlah Ninik Mamak dengan 24 orang. Kemudian memiliki 13 pintu jendela sebagai jumlah rukun doa dan 5 langkah masjid yang melambangkan rukun Islam.

Dikenal dengan nama Masjid Agung Sumatra Barat, tampaknya masjid ini juga memiliki nama lain, yaitu Masjid Mahligai Minang. Ruang penting yang digunakan sebagai ruang sholat terletak di lantai paling atas dan terhubung ke teras yang membentang di seberang jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *