Dibuka Terbatas, Jemaah Berbaris Masuk Masjid Nabawi

Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi dibuka mulai Minggu 31 Mei 2020 waktu ditempat. Masyarakat mulai lakukan salat serta terlihat berbaris untuk masuk. Mulai Subuh, masyarakat telah berbaris untuk masuk lakukan salat. Tapi mereka masih diukur temperatur badan di waktu masuk masjid di kala pandemi untuk prosedur kesehatan hindari epidemi virus korona (covid-19). Pembukaan Masjid Nabawi ini dilaksanakan beberapa. Jemaah cuma diizinkan masuk daerah pelebaran dari Masjid Nabawi, sesaat daerah kuno Haram serta Raudlah tetap ditutup. Jemaah wanita akan diizinkan masuk lewat gerbang nomor 13, 17, 25, serta 29. Sesaat jemaah lelaki masuk dari Gerbang Al-Hijrah nomor 4, Gerbang Quba nomor 5, Gerbang King Saud nomor 8, Gerbang Imam Al-Bukhari nomor 10, Gerbang King Fahd nomor 21, Gerbang King Abdulaziz nomor 34, Gerbang Mekkah nomor 37 serta Gerbang Salam tetap ditutup.

Masyarakat berbaris masuk dalam Masjid Nabawi

Selasa 26 Mei lalu, Arab Saudi memberitahukan gagasan kelonggaran ketentuan covid-19 dengan cara setahap ke arah situasi “normal.” Babak pertama, diawali pada Kamis lalu, diikuti dengan pemotongan ketentuan jam malam serta meluluskan kembali lagi beberapa kesibukan ekonomi. Babak ke-2, diawali Minggu ini, mencakup pemberian izin salat lima waktu serta Salat Jumat di semua masjid di Arab Saudi, terkecuali Mekkah. Ketentuan jam malam kembali lagi dipotong di babak ke-2. Kantor kabar Saudi Press Agen, Minggu 31 Mei 2020 menjelaskan, masyarakat lakukan salat Subuh ini di lebih dari pada 90.000 masjid di beberapa daerah Kerajaan Arab Saudi. Mereka salat di masjid sesudah pemerintah mengambil penundaan salat di semua masjid. Kementerian Kepentingan Islam, Panggilan serta Tuntunan sudah mengakhiri pembersihan, serta mensterilkan masjid di semua daerah Kerajaan, searah dengan usaha kepemimpinan dalam menjaga masjid serta menyiapkan mereka secara terorganisir serta steril untuk menahan penebaran infeksi.

Beberapa langkah penjagaan serta perintah yang disebarkan termasuk juga jarak sosial dua mtr., kenakan masker kain, buka masjid 15 menit sebelum azan serta menutupnya 10 menit sesudah shalat. Menteri Kesehatan Saudi Dr Tawfiq Al Rabiah menjelaskan pada Al Arabiya TV jika Kerajaan tidak merencanakan mengaplikasikan kembali lagi penguncian daerah (lockdown) atau ketentuan baru yang lain. Tetapi, dia memperjelas jika kelonggaran ketentuan sekarang ini benar-benar bergantung dari kepatuhan serta kedisiplinan masyarakat. “Kesadaran publik serta kepatuhan pada ketentuan adalah hal fundamental dalam meneruskan kelonggaran,” ucap Tawfiq. Disamping itu di Yerusalem,kompleks Masjid Al-Aqsa dibuka kembali lagi sesudah ditutup lebih dari dua bulan. Seorang jurnalis AFP akui lihat sekumpulan jemaah yang dibolehkan masuk dalam Masjid Al-Aqsa mendekati penerapan beribadah salat subuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *