Corona Mewabah, Tidak Ada Larangan ke Masjid, Tetapi Naikkan Kebersihan

Dalam rencana memperkirakan serta menghambat penebaran virus corona atau Covid-19 di Surabaya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya telah menganjurkan terhadap masjid-masjid di Surabaya buat menggulung karpet serta mengontrol kebersihan masjid. Kasi Tuntunan Penduduk (Bimas) Islam Kemenag Kota Surabaya Husni mengemukakan, faksinya telah berikan anjuran dengan cara terdaftar sejak mulai Senin (16/3), di seluruhnya masjid di Surabaya supaya menambah sanitasi masjid atau musala. “Kami telah berikan imbaun buat menggulung karpet serta bersihkan masjid,” tukasnya.

Tidak hanya itu, pengurus tempat beribadah pun disarankan supaya menyediakan sabun antiseptik atau hand sanitizer di toilet ruang tempat beribadah. Dan, menganjurkan beberapa jamaah supaya bawa sajadah, saputangan atau kain bersih sendiri untuk alas sujud semasing. “Kami juga koordinir dengan Pemerintah kota Surabaya buat anjuran ini, termasuk telah mengerjakan penyemprotan disinfektan,” terangnya. Husni mengutarakan, tidak ada larangan ke masjid buat seluruhnya kaum muslim di Surabaya, walau sekarang di Arab Saudi ada anjuran tidak untuk ke masjid buat kurangi frekwensi bergabung dengan bersisihan. “Tidak ada, di Surabaya aman saja, kami tidak larang dengan anjuran buat penduduk Surabaya mengerjakan beribadah salat di masjid,” jelasnya.

Sementara saat itu Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya Muhammad Munif mengemukakan, faksinya menyuport penuh usaha Pemerintah kota Surabaya dalam rencana menghambat penebaran Covid-19. Terutama di lingkungan masjid di Jambi, musala atau tempat beribadah yang lain. “MUI Surabaya lebih kurang 10 hari telah memberitakan, pertama supaya mengontrol kebersihan masjid, toilet masjid, ruangan khusus imam dan seterusnya. Lantaran ini satu virus yang tidak diketahui,” tukasnya. Tidak hanya itu, katanya, beberapa keputusan lain yang sudah diambil satu diantaranya merupakan menganjurkan beberapa pengurus masjid serta musala supaya teratur bersihkan karpet atau alas sholat. “Keputusan itu telah kita mengambil, karpet mesti dilempit (dilipat, Red) serta dipel, dibuat bersih buat menghambat virus itu serta usaha kita dengan cara optimal,” pungkasnya.

Sekarang ada 1.830 masjid yang menyebar di seluruhnya titik Kota Surabaya. Tetapi demikian, faksinya menegaskan jika beberapa pengurus masjid awalnya sudah mengetahui dapat hal demikian. Ditambah lagi, sekejap lagi menyongsong bulan suci Ramadan. “Kalaupun kebersihan Masjid tiap-tiap hari kita membersihkan, terlebih waktu hari Jumat. Ditambah lagi ini kan mendekati bulan suci Ramadan,” tuturnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *